Browser web di sistem operasi (OS) BlackBerry 6 rentan serangan hacker (peretas). Hal ini terungkap setelah kelompok peretas mendemonstrasikannya di konferensi keamanan CanSecWest.

Vincenzo Iozzo, Willem Pinckaers, dan Ralf Weinmann mendemonstrasikan pembajakan pada browser itu melalui Webkit browser di OS 6.0 (Torch, Bold 9780). Peretas itu bisa mengakses daftar kontak ponsel dan semua file yang ada di kartu memori.

Selain itu, mereka juga bisa menulis file untuk BlackBerry melalui celah integer overflow yang terpisah. Hal ini membuat Reseach In Motion (RIM) panik dan langsung menindaknya.

Perwakilan RIM, Adrian Stone, menyarankan agar pengguna smartphone itu mematikan Javascript jika mereka mengkhawatirkan hal itu. Seperti diketahui, selama ini RIM dikenal memiliki keamanan level enterprise yang baik.

Namun pada pandangan programer, tingkat keamanan ini bisa dibajak karena RIM kurang melakukan dokumentasi, bukan karena teknik baru seperti Address Space Layout Randomization dan Data Execution Prevention yang ada di iPhone.
http://www.taukahkamu.com/2011/03/awas-browser-os-blackberry-6-rentan.html

















































 
http://ide--gue.blogspot.com/2011/03/seandainya-boneka-barbie-menjadi.html

Banyak pasangan yang saling menjauh setelah hubungan asmara mereka berakhir, tetapi ada juga yang masih menjalin pertemanan. Anda juga bisa tetap berteman dengan mantan kekasih Anda.  Kalau ada uang seribu, jangan lupa uang dua lima. Kalau ada pacar baru, jangan lupa pacar yang lama. Mungkin Anda tersenyum mendengar pepatah dengan nada bercanda itu. Tetapi memang benar, Anda tidak harus menjauhi mantan kekasih Anda sekalipun hubungan asmara di antara Anda dengannya telah berakhir.

Lebih mudah menjadikan sahabat menjadi kekasih daripada menjadikan mantan kekasih sebagai sahabat. Sekalipun hubungan asmara telah berakhir, bukan berarti hubungan antar manusia dalam bentuk pertemanan tidak boleh terjadi. Kalau Anda nyaman menjadikan mantan kekasih Anda sebagai teman yang baik, kenapa tidak? Hanya saja… ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

Kalau ada uang seribu, jangan lupa uang dua lima. Kalau ada pacar baru, jangan lupa pacar yang lama
Kalau ada uang seribu, jangan lupa uang dua lima. Kalau ada pacar baru, jangan lupa pacar yang lama

Beri Batasan
Tidak ada lagi gandengan tangan, sms mesra, dan pelukan yang bisa Anda lakukan dengannya. Batasan inilah yang harus Anda jaga selama berteman dengannya, terlebih lagi jika Anda sudah memiliki pasangan baru atau dia yang telah menemukan kekasih baru. Sekalipun Anda bisa bermain video game dengannya, tetap ada batasan yang harus Anda jaga. Tentu saja hal ini untuk mencegah terjadinya kecurigaan dari orang-orang di sekitar Anda, bahwa Anda hanya temannya, tidak lebih.

Lebarkan Sayap
Hubungan pertemanan dengan mantan kekasih seringkali membuat Anda terjebak di dalamnya. Lebarkan sayap Anda, tetap berteman dengan teman-teman yang lain dan buka diri untuk menerima pertemanan yang baru. Anda memang telah gagal dengan mantan yang sekarang menjadi teman Anda, tetapi hal itu tidak boleh membuat Anda jalan di tempat dan menutup hati untuk kesempatan yang lain.

Hindari Curhat
Meskipun tidak ada pantangan untuk curhat pada seorang teman, tetapi bila teman Anda adalah mantan kekasih Anda, maka hindari untuk menceritakan atau berkeluh kesah tentang hubungan asmara baru Anda. Silahkan jika Anda ingin menceritakan rewelnya keponakan baru Anda atau rencana-rencana liburan Anda. Untuk masalah hati dan kekasih baru, pakai saja jasa sahabat wanita atau keluarga Anda.

Awas Kebablasan
Inilah yang paling ditakutkan dari pertemanan dengan mantan kekasih. Bisa jadi kedekatan Anda dengannya menimbulkan kembali kobaran api asmara yang telah padam. Ini adalah keputusan Anda untuk memulai kembali atau membiarkannya begitu saja. Meskipun mantan Anda sangat manis sebagai teman, apakah Anda yakin akan mengubah kembali statusnya menjadi kekasih? Ingat kembali apa yang membuat Anda putus dengannya. Jika memang bisa diperbaiki, semua terserah Anda.

"korupsi"
Korupsi memang menjadi momok bagi semua aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya aspek ekonomi melainkan aspek politis pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan lainnya. Yang paling parah adalah dengan maraknya budaya korupsi moral dan akhlak suatu bangsa bisa sangat rusak karena hal tersebut sama halnya dengan mengisap darah kaum miskin dan rakyat pada umumnya. Oleh karenanya kenapa kita semua menginginkan praktek korupsi bisa diberantas habis sampai ke akar-akarnya dari bumi pertiwi yang tercinta ini. Namun sejauh ini kenapa upaya pemberantasan korupsi sangat sulit dicapai, pasti selalu ada saja pihak yang merasa dirugikan dengan adanya upaya pemberantasan korupsi, siapa mereka tentunya mereka adalah pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh praktek korupsi.
Mari kita mencoba menghitung secara matematis alias hitung-hitungan angka kenapa korupsi susah sekali diberantas di Indonesia, inilah kira kira hitungan matematisnya.
Pertama, mari kita asumsikan nilai semua huruf abjad berderet mulai dari A=1 , B = 2 dan seterusnya seperti tabel dibawah ini:

Lalu mari kita hitung satu demi satu komponen-komponen yang mendukung kepada sebuah kesuksesan, karena umumnya orang dalam hidupnya harus menggunakan komponen ini untuk mencapai kesuksesan dalam hidup.
1. Komponen Kerja Keras (Hardwork)
H-A-R-D-W-O-R-K (kerja keras)
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + 15 + 18 + 11 = 98% , artinya dengan melakukan kerja keras kita punya potensi mencapai kesuksesan sebesar 98 persen
2. Komponen Wawasan dan Pengetahuan (Knowledge)
K-N-O-W-L-E- D-G-E (pengetahuan)
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96% , artinya dengan memiliki pengetahuan (knowledge)  kita punya potensi mencapai kesuksesan sebesar 96persen
3. Komponen Pendekatan Pribadi (Lobbying)
L-O-B-B-Y-I- N-G (pendekatan)
12 + 15 + 2 + 2 + 25 + 9 + 14 + 7 = 86%, artinya dengan memiliki kemampuan lobbying yang bagus  kita punya potensi mencapai kesuksesan sebesar 86 persen
4. Komponen Keberuntungan (Lucky)
L-U-C-K-Y (keberuntungan)
12 + 21 + 3 + 11+25 = 72%, artinya faktor keberuntungan ternyata hanya menyumbang 72 persen dari proses mencapai sebuah kesuksesan
5. Komponen Sikap ( Attitude)
A-T-T-I-T-U-D-E (sikap/tingkah laku)
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%, luar biasa, bila anda ingin sepenuhnya sukses dengan meyakinkan maka benahilah sikap dan tingkah laku Anda karena itulah komponen terbesar dari sebuah kesuksesan.
Sayangnya kita harus menyesuaikan dengan konten atau kandungan lokal bila ingin diterapkan di Indonesia, yaitu kita perlu sesuaikan dengan bahasa kita, karena komponen diatas adalah komponen import, nah bila diterapkan disini atau di translate ternyata akan menjadi seperti ini hasilnya
1. Komponen Gigih (Hardwork)
G-I-G-I-H (hardwork)
7 + 9 + 7 + 9 + 8 = 40 %  punya komponen gigih di sini cuma bisa memberikan kontribusi pada kesuksesan sebesar 40 persen saja
2. Komponen Ilmu (Knowledge)
I-L-M-U (Knowledge)
9 + 12 + 13 + 21 = 55 % punya ilmu yang cukup disini hanya memberikan kontribusi sebesar 55 persen dari sebuah kesuksesan di sini.
3. Komponen Lobi (Lobbying)
L-O-B-I (Lobbying)
12 + 15 + 2 + 9 = 38% lihai dalam melobi cuma bisa memberikan kontribusi 38 persen pada pencapaian kesuksesan
4. Mujur (Lucky)
M-U-J-U-R (Lucky)
13 + 21 + 10 + 21 + 18 = 83%, wih lumayan besar nih faktor mujur untuk menggapai sebuah kesuksesan di negeri ini, pantesan banyak yang punya nama Untung, lalu bejo ternyata kontribusinya besar jauh meninggalkan faktor komponen lain
lalu bagaimana dengan sikap
5. Sikap (Attitude)
S-I-K-A-P
19 + 9 + 11 + 1 + 16 = 46%, punya sikap yang bagus ternyata di negeri ini tidak terlalu signifikan untuk menggapai sukses beda dengan di negeri bule sono yang mana sikap bisa mendukung kesuksesan hingga 100 persen, lalu apa dong komponen yang lebih banyak menjadikan orang sukses di negeri ini, ternyata……………..


K-O-R-U-P-S-I


11 + 15 + 18 + 21 + 16 + 19 + 9 = 109 % Gilaaaaa, Bussyettttttttt  makanya kebanyakan orang berhasil di Indonesia kok terlibat Korupsi ini dia biangnya.
Kalau begitu kita tiru aja orang seberang samudera sana untuk sukses, yaitu dengan memperbaiki Sikap kita gimana gan?
Berantas Korupsi dari Bumi Pertiwi tercinta ini
http://www.anto-clue.co.cc/2011/03/fakta-matematis-tentang-korupsi.html